Posts

SUAR AKSARA #6: AKHIR SEBUAH AWAL (Bima – Labuan Bajo)

Image
SUAR AKSARA #6: AKHIR SEBUAH AWAL (Bima – Labuan Bajo) Bila pagi enggan datang lagi Embun jatuh hanya menguap pergi Surya tidak menampakkan diri Kemana kita akan melangkahkan kaki? Saat langkah telah kelelahan Jalan musnah lapuk oleh zaman Udara tercemar berbagai kepentingan Kemana kita mengalamatkan peraduan? “Aku pergi bertualang dengan janji akan pulang” “Pada hangat peluk ibu, pada haru peluk rindu” Lama bertualang ke sana kemari Menyiangi ilalang tanya Merenangi laut perihal Merenungi kabut imaji Hingga teringat satu nama Yang tak henti berdoa Yang tak lelah mencinta Yang merawat tanpa keluhan Sejak dalam kandung badan “Aku pergi bertualang dengan janji akan pulang” “Pada hangat peluk ibu, pada haru peluk rindu” Mengajari perihal dan tanda kebesaran Mengantar mata ke berbagai keindahan Membelikan mainan, permen, pakaian, Yang masih terpakai dalam benak walau telah sesak di badan Sehangat-hangatnya mentari tetap tak ak...

SUAR AKSARA #5: MERDEKALAH JIWA YANG TERJAJAH (Surabaya-Lombok-Sumbawa)

Image
SUAR AKSARA #5: M ERDEKALAH JIWA YANG TERJAJAH (Surabaya-Lombok-Sumbawa) Berbaringlah di pasir pantai Kau akan ditemani ombak dan nyiur melambai Tidak perlu tebar pesona Senja di sekitarmu sudah mempesona Lalu duduklah di bawah bintang Kau akan ditemani padang rumput yang membentang Tidak perlu merasa terusik Ayun daun akan menyapamu dengan saling berbisik Lalu jongkoklah sekadar untuk menciumi kelopak bunga Berjalan untuk mendengar kecibak hujan Berlari mengejar daun gugur Berdiri setelah lelah di pematang sawah “Merdekalah jiwa yang terjajah” “Merdekalah jiwa yang terjajah” Berdiam di puncak gunung Menunggu surya terbit atas salam pagi pada pertiwi Yang selalu ramah memeluk pergantian usia Di atas bumi yang menyapa saat awal tangis menggema Riang bersorak bangkit menyambut kita Sebagai darah yang saling terikat dalam keutuhan nusantara Nusa, bangsa, bahasa, terakui dalam naungan persada Ragam yang berpadu Beda yang menyatu “...

SUAR AKSARA #4: APA KABAR? (Banyuwangi-Situbondo)

Image
SUAR AKSARA #4: APA KABAR? (Banyuwangi-Situbondo) Pada jalanan yang setiap hari digerus janji pembangunan hingga berlubang dan menjadi kolam bebatuan Aku memilih tenggelam Memasuki celah demi celah percakapan Bertemu ketulusan yang menjadikannya kawan Membahas matahari yang mengintip malu dari balik awan Menciumi aspal yang tak pernah mengeluh digilas tergesa dan dibilas hujan Pada pepohonan yang ramah dan belum bersilahturahmi dengan polusi Aku mendekat tanpa basa basi Merekatkan lengan pada hal-hal baru Bertemu asing tanpa takut memeluk tabu Memutus batas yang selama ini merantai diri Memandang hidup dalam damai untuk berarti Dengan lebih menikmati Sejuk angin, hangat fajar, terik senja, syahdu malam, Adalah kawan terbaik bagi jiwa-jiwa yang merindu kebebasan Tenang tanpa tidak menghanyutkan Liar namun tidak menyesatkan Mungkin benar, Cinta tentang kepekaan terhadap hal-hal yang mengitari Untuk apa terlihat bahagia namun menyakiti dir...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...